Mempercepat Kinerja Windows

02.23.00
Image

Apabila PC sudah begitu lama digunakan, Anda harus membersihkannya. Sampah-sampah PC harus dibuang untuk mengatasi "kemacetan" sistem sehingga Windows bisa kembali memiliki kinerja yang top.

Saat komputer baru di-install sistem operasi, kinerjanya tentu sangat bagus. Komputer dapat ber­jalan cepat dan program bisa langsung terbuka. Demikian juga dengan koneksi Internet. Setelah beberapa bulan digunakan, proses booting terasa lama, window tidak lang­sung terbuka, dan komputer sering crash. Hal ini tidak boleh berlangsung terus-menerus.

1. Membersihkan Hard Disk

Seiring berjalannya waktu, hard disk menyimpan banyak sampah. Isinya tidak hanya video dan MP3. File-file yang tidak jelas asal-usulnya, seperti temporary file dan sampah-sampah lainnya turut "meng­inap" di dalamnya. Hasilnya, kapasitas hard disk menyusut. Proses backup atau defragment juga menjadi semakin lama. Memang, semua sampah tersebut dapat dibersihkan. Namun, tidak semudah yang Anda bayangkan karena sampah-sampah ini menyebar dan harus dicari satu per satu. Untuk itu, Anda dapat menggunakan program khusus seperti HDCleaner. Tool ini akan mencari data, file DLL, dan link yang tidak diperlukan dalam hard disk lalu menghapusnya.

Beginilah cara untuk membersihkannya. Konfigurasikan semua option dalam area "Clean Hard Drive | Choose Hard disk". Pilih semua drive. Selanjutnya, pada "Clean Hard Drive | Start", pilih "List found files after scan" dan klik "Scan Now". Tidak lama window akan menampilkan semua file yang ditemukan. Kirim file-file ini ke Recycle Bin dan kosongkan Recycle Bin. Jika Anda ingin mencari file-file duplikat, sebaiknya Anda batasi pencariannya. Anda bisa mengatur tool ini untuk mencari file berdasarkan nama atau ukuran tertentu.

Setelah menghapus file DLL yang kurang penting dan link-link yang mati, guna­kan tool JKDefrag (www.emro.nl/freeware). Program ini akan men-defrag hard disk. Aplikasi ini tidak perlu di-install. Anda cukup menjalankan file EXE. Pilih "General | Analyze, defragment and fast optimization". Pilih checkbox di samping "Select Drive" dan klik tombol "Start".

2. Membersihkan Racun dari Komputer

Apabila PC terkena virus dan trojan, bia­sanya komputer berjalan sangat lambat. Penyusup ini akan mengirim info ke Internet tanpa diminta, memblokir Internet, dan menghabiskan resource PC. Tentu saja penyebab kemacetan ini harus dibuang dari sistem. Langkah pertama adalah selalu menggunakan antivirus yang up-to-date. Melakukan update setiap hari menjadi sebuah keharusan. Untuk itu, gunakan tool SpyBot Search&Destroy (www.safer-networking.org). Tool ini akan mencari malware dan spyware dan dapat dijadikan pelengkap antivirus yang hanya membersihkan virus dan trojan.
Saat di-install, program akan menyimpan sebuah backup registry. File ini berguna untuk proses recovery dalam kondisi darurat. Jalankan proses pemeriksaan dengan mengklik "Check for Problems" dan tunggu apakah tool menemukan sesuatu di PC. Jika ditemukan, hapus de­ngan mengklik "Fix Selected Problems".
Namun, hati-hati menggunakan tool ini. Sebaiknya matikan fungsi Auto Start pada SpyBot dan aktifkan secara manual saja. Jika tidak, tool akan menampilkan pesan bahwa sistem telah berubah. Proses ini akan memperlambat kerja komputer. Setting ini dapat diubah melalui menu "Modes | Advanced Modes | Settings | Settings | Automations".

Image

LEBIH CEPAT TANPA MALWARE - Tool SpyBot Search&Destroy melindungi Internet Explorer dan Firefox dari para penyusup.

3. Membersihkan Folder Startup

Saat Windows mulai berjalan, memang lebih nyaman apabila program seperti e-mail client, messenger, dan browser ikut terbuka. Namun, dengan keadaan seperti itu, proses booting menjadi lebih lama. Oleh sebab itu, program-program yang tidak dibutuhkan sebaiknya dibersihkan dari folder Startup. Semakin sedikit tool yang dijalankan, semakin cepat Windows terbuka.
Aplikasi AutoRuns (www.microsoft.com) akan membuat daftar dari semua program yang di-load saat booting. Namun hati-hati, nonaktifkan hanya program-program yang memang tidak diperlukan pada saat booting. Misalnya, Skype yang dapat dijalankan secara manual saja. Sebaliknya, program Explorer.exe yang juga muncul dalam AutoRun sebaiknya tidak disentuh. Aplikasi yang sangat memperlambat sistem seperti Word, Photoshop Elements, Adobe Reader, iTunes, atau Nero ShowTime Real Player 10.5 Gold, sebaiknya dihapus dari Startup. Program-program berat ini lebih baik Anda jalankan sendiri.

4. Mengoptimalkan Software

Terlalu banyak koki, adonan kue pun bisa tidak jadi. Hal ini juga berlaku bagi software. Semakin banyak program yang di-install, sistem menjadi semakin repot. Semakin dalam program terikat dengan Windows, semakin besar resource yang digunakan. Penggunaan tools portabel yang sebenarnya dirancang untuk USB flash disk merupakan sebuah solusi agar kinerja komputer lebih cepat. Tools ini tidak membutuhkan instalasi. Apabila shortcut untuk tool ini disimpan pada menu "Start" ataupun "Quick Launch", Kinerjanya bisa secepat program yang di-install secara normal.

Website www.portableapps.com menawarkan sederetan tool yang bermanfaat dan tidak membebani komputer Anda. Sebagai contoh, program Gimp merupakan alternatif yang baik untuk mengedit gambar. Jadi, Anda tidak perlu lagi meng­install paket GTK Toolkit yang besar untuk meng-install editor foto ini.

Foxit Reader (www.foxitsoftware.com) memang tidak portabel. Namun, ukurannya jauh lebih ramping dari program sejenisnya. Saat diuji, program ini mengalahkan PDF Viewer dari Adobe dalam hal kinerja. Saat melakukan scroll­ing pada sebuah ebook, program alternatif ini hanya membutuhkan 10 persen dari kinerja prosesor dan sekitar 5 MB RAM. Sementara itu, program Adobe membutuhkan sampai 50 persen kinerja dan menyedot sekitar 20 MB RAM.
ALTERNATIF YANG RAMPING - Foxit Reader dapat membuka PDF dengan cepat daripada Adobe Reader dan menawarkan sebuah fungsi praktis untuk memberikan komentar pada dokumen.

5. Mengaktualkan Program

Software yang di-update akan mendapatkan fungsi baru dan berjalan lebih cepat. Manfaat lainnya, lubang-lubang kea­man­an dapat teratasi. Oleh sebab itu, sebaik­nya selalu update program dengan versi yang terbaru. Kini, banyak aplikasi yang menawarkan fungsi update otomatis.

Untuk itu, tersedia tool UpdateStar (www.updatestar.com). Program ini akan mencari semua sofware pada PC. Selanjutnya, tool ini akan menunjukkan versi program yang ada pada komputer Anda. Dengan mengklik tombol "Download", Anda akan dibawa ke website produsen untuk men-download driver terbarunya. Sama seperti tool lainnya, sebaiknya nonaktifkan fungsi auto start tool ini melalui "Settings | Other | Launch at Windows Startup" dan cari update secara manual. Apabila tidak, tool ini akan selalu menampilkan pesan.

Image

SELALU AKTUAL - UpdateStar akan membuat daftar semua program yang belum di-update pada komputer. Update akan di-download dengan mudah melalui link.

6. Membuang Software Yang Tidak Diperlukan

Versi trial program foto Anda sudah lama kadaluarsa dan freeware untuk mengedit musik tidak lagi digunakan pada komputer. Sebaiknya, program-program ini dihapus saja dari komputer. Software yang tidak diperlukan ini hanya akan membebani komputer.

Langkah pertama adalah membuang software yang tidak diperlukan melalui Control Panel. Sayangnya, masih ada program-program yang tidak dilengkapi de­ngan fungsi uninstall yang baik sehingga tidak mau dihapus dari komputer. Dari tes yang dilakukan, Revo Uninstaller (www.revouninstaller.com) merupakan tool uninstall yang lebih baik dari Windows. Tool ini menampilkan semua program yang ter-install dan membuang program-program yang "keras kepala" dengan mengklik-kanan icon program atau melalui tombol "uninstall". Setelah itu, Revo akan mencari software yang masih tertinggal pada PC. Namun hati-hati, periksa apa saja yang dihapus oleh program ini. Jika bukan termasuk program yang tidak dibutuhkan, sebaik­nya jangan dihapus.

Apabila Revo tidak berhasil juga, folder instalasi program harus dihapus secara manual. Pastikan sebelumnya bahwa program tidak terdapat dalam foder Startup. Jika ada, hapus program tersebut beserta seluruh folder program. Terakhir, Anda masih perlu membersihkan registry dari sampah-sampah yang tidak diperlukan, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

7. Merapikan Registry

Windows akan mengenali semua program yang ter-install dengan menyimpan data di registry. Apabila program dihapus, ideal­nya sistem menghapus registry-nya dari database. Namun, terkadang en­try ini harus dihapus secara manual agar registry menjadi lebih ramping. Artinya, sistem menjadi lebih bersih dan terhindar dari crash. Langkah ini dapat dilakukan de­ngan tool CCleaner (www.ccleaner.com).
Setelah menjalankan program ini, klik "Registry", aktifkan semua option dari menu "Registry Integrity", dan lanjutkan de­ngan mengklik "Scan for Issues". Program akan menampilkan semua entry yang tidak diperlukan. Hapus entry dari registry dengan mengklik "Fix selected issues". Tool ini juga dapat memberikan sedikit penjelasan mengenai masalah yang ditemukan beserta alasan mengapa harus dihapus.

Image

KOMPUTER LEBIH RAPI
CCleaner akan mencari semua yang tidak diperlukan dan membersihkan registry dari entry program yang tidak terbuang selu­ruhnya.

8 Merampingkan Huruf

Kartu selamat ulang tahun harus terlihat menarik sehingga Anda bisa meng-install jenis huruf (font) baru. Walaupun berukuran kecil, file-file huruf akan bertambah besar apabila sering di-install sehingga memperlambat startup sistem. Anda perlu melakukan pembersihan. Langkah terbaik adalah dengan membuat CD backup yang menyimpan semua jenis huruf.
Langkah menghapusnya sebagai berikut. Coba lihat-lihat huruf yang tersimpan dalam folder "C:\WINDOWS\Fonts". Anda dapat melihat preview-nya dengan mengklik ganda. Lebih cepat apabila menggunakan tool Opcion Font Viewer (http://opcion.sourceforge.net). Tool ini akan menampilkan semua huruf secara cepat. Untuk menghapus huruf, tarik huruf ke Recycle Bin.

TIPS KECIL: Sebaiknya selalu periksa folder "Font". Beberapa program bisa menambahkan jenis huruf saat di-install. Walaupun programnya sudah di-uninstall, tetapi huruf masih tetap tersimpan.

9 Mempercepat Media Player

Untuk melihat klip di Internet atau mendengar musik di komputer lokal, dibutuhkan sebuah multimedia player. Media Player yang menjadi standar Windows biasanya tidak memadai karena klip yang banyak beredar di Internet tersedia dalam format MOV atau streaming Real Player yang tidak dapat diputar dengan "Microsoft Jukebox" ini. Oleh sebab itu, pengguna akan meng-install QuickTime dan Real Player. Kedua tool ini kurang begitu memuaskan dalam hal kinerja maupun keamanannya, terutama player dari Apple yang sangat tidak aman apabila berjalan di PC Windows. Namun, sekarang tersedia tool yang ramping dengan kinerja bagus untuk melakukan tugas-tugas ini. Anda dapat menemukan QuickTime Alternative dan Real Alternative pada www.codecpackguide.com. Praktisnya, instalasi Real Alternative akan membuang Real yang asli dari PC Anda. Anda juga bisa mengganti Windows Media Player dengan Media Player Classic (www.sourceforge.net). Di sini, tidak diperlukan sebuah instalasi, cukup dengan menjalankan file EXE untuk menonton film atau mendengar musik.

Kebanyakan komputer biasanya berjalan sedikit lambat apabila memutar video resolusi tinggi, tidak peduli seberapa hemat resource yang digunakan. Sebuah trik kecil dapat membantu, tetapi harus dilakukan secara hati-hati, yaitu mematikan antivirus. Jadi, antivirus tidak melakukan scan untuk mencari virus pada file yang besar ini sehingga kinerja CPU akan lebih cepat.

Namun, perhatikan agar PC tidak terkoneksi ke Internet. Idealnya, PC tidak terhubung ke jaringan dengan mencabut kabelnya atau mematikan WLAN-Modem sehingga film dapat berjalan mulus. Sebelum Anda terhubung ke Internet lagi, ja­ngan lupa untuk mengaktifkan antivirus.

Image
ALTERNATIF LEBIH CEPAT - Media Player Classic berjalan lebih cepat daripada Windows Media Player dan menawarkan feature yang tidak kalah dari aslinya.

10. Memeriksa Driver

Driver merupakan masalah klasik. Scanner yang dibeli dari toko komputer terkadang tetap tidak berfungsi walaupun sudah meng-install lima driver yang berbeda. Tidak jarang pengguna lupa untuk membuang driver tersebut, walaupun sudah meng-install versi yang baru. Memang, akibatnya tidak berdampak signifikan pada kinerja sistem, tetapi semakin lama membuat Windows berjalan lebih lambat. Untuk mengatasinya, lakukan cara berikut:
Buka menu "Control Panel | System | Advanced | Environment Variables | Sys­tem Variables" dan berikan sebuah variabel baru dengan value "1" dan dengan nama "devmgr_show_nonpresent_devices". Konfirmasikan entry ini dengan "OK" dan buka Device Manager. Ubah "View" agar Windows juga menampilkan hidden device. Semua driver yang tidak diperlukan lagi akan ditampilkan setengah transparan. Namun, perhatikan agar tidak meng­hapus driver USB hard disk atau digital kamera yang tidak terhubung. Informasi mengenai masing-masing driver dapat dilihat melalui "Settings" dengan mengklik kanan device. Untuk melancarkan kinerja sistem, hapus driver tersebut dengan mengklik "Uninstall". Hal ini akan membuat komputer berjalan lebih cepat.

thnx, semoga bermanfaat.
Read On

Duel: XP Lawan Vista

01.45.00
Windows XP masih memiliki pengguna setia. Vista pun terus berusaha menarik perhatian pengguna PC.

Windows XP memang sudah di akhir hayat. Penggantinya adalah Vista. Namun, masih banyak pengguna XP yang belum (tidak mau) beralih ke Vista. Bahkan, Microsoft belum lama ini malah mengeluarkan sebuah update lengkap untuk XP. Alasan klasik Microsoft adalah ingin memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan untuk terus menggunakan XP. Me­ngapa XP masih banyak peminatnya? Mengapa juga banyak pengguna PC yang tidak mau menggunakan Vista?

Untuk mengetahui jawabannya dari sisi pengguna, duel antara XP dengan SP3 dan Vista dengan SP1-nya. Kedua sistem operasi tersebut akan diukur kekuatannya. Keduanya harus menunjukkan bahwa mereka tidak hanya cepat menarik perhatian saja, tetapi juga cepat menyelesaikan semua tugas yang diberikan.
Dalam "pertandingan" ini, keduanya harus menyelesaikan bahaya Internet. Setiap hardware dan software juga harus kompatibel dengan kedua sistem operasi. Masalah ini merupakan masalah tersulit dalam tes. Di lab banyak perangkat tidak berfungsi di Vista.

Kinerja: XP start lebih cepat, Vista berkutat dengan Aero

Anda ingin bekerja pada komputer tetapi tidak ingin membuang waktu hanya untuk menunggu proses booting setelah menekan tombol "On" di CPU? Oleh karena itu, kategori pertama yang harus dibuktikan adalah waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses-proses tertentu dalam di Windows.

Dalam pengujian ini, Pertama, tes dilakukan pada PC yang sama. Kedua, berdasarkan teori, XP dirancang untuk PC yang lebih lemah sehingga harus diuji pada PC berkinerja lebih rendah.
pememilih yang pertama (tidak masalah apakah pengujian dilakukan pada PC baru dan Windows lama). hal terpenting adalah perbanding­an langsung kedua sistem. instalasikan XP dan Vista masing-masing pada sebuah PC Intel Core 2 Duo 2,4 GHz de­ngan 2 GB RAM.

PROSES BOOTING: Di sini perbedaannya hanya sedikit. Booting XP butuh 19 detik, dan Vista 23 detik. Demikian pula pada shutdown. XP 8 detik dan Vista 10 detik. Dalam mode "standby", kinerjanya hampir sama. Begitu juga jika dalam keadaan "idle", selisihnya hanya 1/10.

Selama beroperasi, Vista sedikit lebih lambat dari XP. Hal ini disebabkan oleh Aero, tampilan baru Vista dengan banyak pernak-pernik grafis. Sebagian besar kalkulasi Aero dilakukan oleh graphics card dan aplikasi yang ada harus kompatibel de­ngan DirectX 9. Jika tidak, Aero justru menghambat sistem. Masalah ini menambah semangat para penolak Vista karena XP justru berfungsi tanpa gangguan walaupun pada PC lama berkinerja rendah sekalipun.

START PROGRAM: Kedua sistem operasi sama cepat dalam menjalankan program ter-install. Untuk masalah ini Vista memiliki kelebihan, yaitu dengan penggunaan cache cerdas ReadyBoost. Bahkan, jika perlu Vista dapat menyimpan file yang sering digunakan pada sebuah USB flash disk. Dengan demikian, Vista tidak perlu lagi menyalin cache dari hard disk yang lambat ke dalam RAM. Vista bisa mendapatkannya lang­sung dari flash disk. Saat proses booting keduanya dilakukan, Vista sedikit lebih cepat dibanding XP. Dalam tes ini, dengan mengukur juga berapa lama waktu yang dibutuhkan Windows untuk membuka Pho­toshop. Ternyata, Vista lebih unggul de­ngan 9 detik dan XP 11 detik.

PROSES COPY: Sekitar 200 file harus di-copy oleh kedua sistem. Hasilnya, XP membutuhkan waktu 38 detik dan Vista 39 detik. Keduanya memperoleh nilai seri. Me­nurut Microsoft, para pengembang telah berupaya keras mempercepat Vista de­ngan SP1, walaupun tidak banyak hasilnya. Untuk proses copy, ternyata XP dan Vista sama cepat. Hasil seri juga didapat untuk operasi jaringan.

Image

SANGAT MEMBANTU - XP SP3 menampilkan lebih banyak informasi dan Help dalam Security Center.

Keamanan: Vista mengesalkan, XP lebih berisiko

Lebih dari 1100 update keamanan telah dikeluarkan sejak awal era XP. Karena sangat populer, sistem operasi Microsoft ini menjadi sasaran hacker nomor satu. Jelas, keamanan adalah kategori ke-2 terpenting bagi kedua sistem dalam tes.
USER ACCOUNT: "Hanya 12 celah keamanan yang ditemukan dalam Vista dalam 6 bulan pertama sejak kemunculannya," kata Jeff Jones, Security Strategy Director Microsoft Trustworthy Computing Group. Hal ini bisa terjadi akibat adanya feature keamanan baru di Vista.

Faktor utama keamanan ini sebenarnya terletak pada UAC (User Account Control). Dengan fasilitas ini, pengguna hanya memiliki akses terbatas pada sistem. Jadi, jika pengguna ingin menginstalasi sebuah program atau mengakses setting yang berhubungan dengan sistem, meng­update aplikasi, atau meng-copy patch keamanan, UAC akan memblokir PC. Pengguna terlebih dahulu secara eksplisit harus menyetujui tindakan yang akan dilakukan, baru kemudian mendapatkan hak akses penuh pada sistem. UAC juga sering memunculkan pesan-pesan keamanan yang kadang justru mengganggu pengguna Vista.

Berbeda dengan Windows XP. Pada XP, feature keamanan semacam itu tidak ada. Di XP, pengguna memiliki hak sistem secara penuh. Dengan demikian, semua program dapat berjalan di bawah account Anda. Kesimpulannya, Vista lebih mengesalkan pengguna dengan laporan-laporan UAC, tetapi mampu memberikan keamanan lebih besar. XP tidak seketat Vista. Namun, situasi ini bisa membuat peluang hacker untuk masuk ke dalam sistem.

FIREWALL: Apakah hacker atau malware bisa mendapat akses ke sistem melalui port-port yang terbuka dan seaman apa aplikasi yang berada di baliknya? Setelah proses instalasi kedua sistem operasi selesai, sistem langsung terproteksi dalam jaringan. Windows akan mengaktifkan beberapa layanan jaringan, termasuk firewall. Dengan demikian, layanan jaringan berfungsi baik, tetapi tidak bisa diakses dari luar (termasuk hacker). Hasil pemeriksaan dengan port scanner Nmap dapat menjelaskan keadaan sebenarnya. Kedua petarung telah siap menghadapi serangan jaringan.

ENKRIPSI: Apakah Anda sudah melindungi data di dalam notebook dengan baik sehingga bisa terbebas dari kasus pencurian data? Bahkan, jika notebook-nya tercuri sekalipun, data di dalamnya tetap tidak bisa dibaca. Untuk keamanan jenis ini, proteksi password saja tidak cukup. Melalui CD darurat sederhana (Vista PC atau Knoppix), hacker bisa saja mem-boot PC dan membaca data pada hard disk. Ia bahkan dapat membuat sebuah password baru dengan sebuah freeware sehingga bisa mendapat akses penuh pada sistem.

Pada Vista solusinya adalah enkripsi terintegrasi BitLocker yang dapat meng­enkripsi instalasi Windows. Bahkan, de­ngan Vista SP1, partisi lain juga dapat dienkripsi sehingga seluruh hard disk bisa dijaga. Sayangnya, fasilitas ini hanya tersedia dalam versi Ultimate yang mahal.

Vista Home Premier Edition dan XP tidak memiliki tool enkripsi. Anda perlu menggunakan software dari produsen lain, seperti DriveCrypt (www.securestar.com). Untuk masalah ini, Vista lebih unggul berkat BitLocker.

Image

CEPAT - Vista menawarkan sebuah pencarian realtime yang tidak hanya mencari dalam file-file lokal, tetapi juga untuk e-mail.

User Friendly: Vista sering gagal, XP kenal semua hardware

Proteksi virus dan kinerja Windows yang baik merupakan faktor idaman bagi pengguna PC. Namun, semua itu tetap belum lengkap jika sistem operasi tidak dapat dioperasikan dengan mudah.

FILE ADMINISTRATION: Untuk masalah pengelolaan file, tidak banyak hal yang ditunjukkan XP maupun Vista. File-file dapat disimpan dalam MyDocuments. Yang membedakan keduanya hanya pada fungsi pencarian file. Pada Vista, Anda bisa menemukan pencarian dengan indeks. Jadi, jika Anda memasukkan sebuah istilah ke dalam kolom "Search", Windows langsung me­nampilkan hasilnya. Bahkan, isi file-file office dan e-mail juga akan tertera dalam hasil pencarian. Pada Windows XP, hal ini masih membutuhkan bantuan tool lain, seperti Yahoo Desktop Search (http://us.config.toolbar.yahoo.com/yds).

GADGETS: Informasi-informasi terkini sebaiknya bisa diakses dan dibaca dengan mudah. Pada Vista, Anda bisa menggunakan Vista Sidebar. Dalam area di sisi layar, pengguna dapat membaca cuaca aktual, berita-berita terakhir, atau menuliskan catatan singkat. Sebuah gadget yang bagus.

Namun sayangnya, jika sebuah program dibuka, pengguna tidak dapat meng­akses sidebar melalui kombinasi tombol. Mereka harus menjangkaunya melalui taskbar atau desktop. Sampai saat ini, belum ada add-on yang tepat untuk sidebar. Jadi, jika sidebar tidak bisa diakses, sama saja dengan XP yang tidak memiliki sidebar. Software produsen lain seperti Google Sidebar yang tersedia gratis (http://desktop.google.com) justru lebih baik kinerjanya.

KOMPATIBILITAS: Apabila sebuah software tidak berfungsi di Vista, Vista menyediakan fungsi kompatibilitas yang dapat mensimulasikan XP. Teo­rinya seperti itu. Faktanya, program-program umum seperti tool audio WaveLab tetap tidak berfungsi dengan simulasi XP, walaupun sudah di-install service pack sekalipun.

Hal yang sama berlaku juga pada hardware. Untuk menginstalasi printer atau scanner lama di Vista dibutuhkan perjuangan yang panjang. Kenyataan yang ada, driver lama tidak kompatibel dengan Vista dan driver versi baru hanya tersedia untuk perangkat baru. Dengan begitu, perangkat lama tidak berfungsi di bawah Vis­ta. Inkompatibilitas hardware dan software tetap tidak teratasi dengan SP1. Jadi, dalam kompatibilitas, Vista kalah dari XP. Kesimpulan: Vista pemenangnya (walupun nilainya beda tipis). Sebagai saran, jika Anda menggunakan PC baru dengan komponen baru, sebaiknya gunakan Windows Vista.

Image

INFORMATIF - Sidebar Vista menampilkan banyak informasi penting sekali pandang.

KESIMPULAN

Vista pemenangnya. Hasil ini tentu me­nge­jutkan banyak orang. Kini, bila Anda memiliki PC yang cepat dengan hardware dan software terbaru, Vista bisa menjadi pilihan utama. Walaupun fasilitas UAC sering mengesalkan, tetapi Vista menawarkan keamanan lebih baik dibanding XP. Bagaimana dengan Windows XP? Pengguna dengan PC atau notebook yang lebih lambat, tampaknya akan cocok dengan XP. Ia tidak hanya lebih cepat, tetapi juga tidak menimbulkan masalah pada hardware dan software.


Read On

Internet Explorer 8 Akhirnya Diluncurkan

01.32.00

Image Setelah melewati masa beta selama hampir satu tahun, hari ini Microsoft telah merilis Internet Explorer 8 secara resmi. Internet Explorer 8 diyakini dapat memberikan pengalaman browsing yang lebih cepat dan memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik daripada IE versi sebelumnya.

Tidak banyak perubahan pada IE 8 ini dibandingkan versi sebelumnya. Microsoft lebih menekankan penambahan pada sistem keamanan yang lebih ketat dibandingkan versi sebelumnya. Bahkan, untuk menguji sistem keamanan browser ini, Microsoft melakukan penelitian yang dilakukan oleh NSS Lab. Hasilnya, IE 8 mampu menahan dua sampai empat kali serangan lebih banyak dibandingkan browser yang ada di pasaran saat ini. Memang tidak bisa dipungkiri, keamanan merupakan salah satu hal yang diperhatikan pengguna internet dalam memilih browser. Para pengguna lebih suka menggunakan browser yang sudah menggunakan keamanan built-in dalam browser tanpa harus download plugin keamanan terlebih dahulu.

Selain menyadari betapa pentingnya keamanan, Microsoft juga tetap peduli terhadap pengalaman surfing yang lebih cepat. Bahkan, Microsoft menyatakan bahwa IE 8 merupakan salah satu browser tercepat yang ada di pasaran hari ini. Ini merupakan bukti keseriusan mereka untuk menghadirkan browser yang tetap mengedepankan kecepatan.

Sayangnya, masih ada beberapa kekurangan pada browser teranyar dari Microsoft ini. Masih banyak website yang dibangun agar mampu memberikan tampilan yang optimal pada IE 7 tetapi tidak berjalan dengan baik pada IE 8. Untuk mengatasi masalah ini, Microsoft mengeluarkan feature yang disebut Compatibility View. Feature ini akan bekerja secara otomatis bila Anda mengakese website yang dibangun untuk IE 7 dan langsung memberikan tampilan yang terbaik untuk IE 8.

Dengan peluncuran IE 8 versi final ini, Microsoft telah meramaikan peperangan browser yang sedang terjadi sekarang ini. Diharapkan dengan peluncuran ini konsumen akan semakin banyak pilihan dalam memilih produk browser yang terbaik sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Anda sudah dapat me-download IE 8 dalam 25 bahasa di website resmi Microsoft (http://www.microsoft.com/ie8).
Read On

Kemampuan Mata Meningkat Setelah Memainkan Game Action

01.31.00

Image

Sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Amerika telah menemukan adanya kemajuan tingkat kemampuan pada mata setelah memainkan game action.

Hasil penelitian tersebut bertolak belakang dengan anggapan masyarakat umum selama ini, kalau seseorang memainkan sebuah game terlalu lama, mata orang tersebut akan mengalami kerusakan.

Para peneliti tersebut berhasil menyimpulkan bahwa bermain game action dapat membantu pemain untuk dapat dengan lebih mudah melihat dalam kegelapan, misalnya bila mengemudikan mobil di malam hari. Selain itu, peningkatan terhadap sensitivitas kontras mata dan juga kemampuan untuk melihat adanya perbedaan pada bayangan berwarna abu-abu merupakan salah satu hasil penting dari penelitian. Hasil penelitian tersebut dapat dibaca langsung pada jurnal Nature Neuroscience.

Riset dilakukan terhadap dua grup. Kedua grup inidiharuskan untuk bermain game selama 50 jam dalam kurun waktu 9 minggu. Grup pertama memainkan game action seperti “Call of Duty (Infinity Ward) dan “Unreal Tournament 2004” (Atari). Sedangkan grup lain bermain game yang tidak melibatkan unsur action, seperti “The Sims 2” (Electronic Arts), yang diyakini tidak terlalu melibatkan kerja sama mata dengan tangan yang terlalu besar.

Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan dalam kurun waktu 9 minggu terjadi peningkatan 43% - 58% pada kemampuan mata dalam membedakan kontras setelah memainkan game action. Sedangkan bagi grup kedua, tidak terjadi peningkatan kemampuan pada mata mereka.
Read On

Windows 7: Seventh Heaven bagi Microsoft?

01.26.00
Sejumlah kritikan yang dialamatkan pada Vista direspons Microsoft dengan mengembangkan sistem operasi lanjutan, Windows 7. Seperti apakah sistem operasi yang diharapkan selesai dalam waktu satu setengah tahun ini?

Tanggal 30 Juni lalu menjadi akhir dari sebuah era di Microsoft. Hari itu merupakan hari kerja Bill Gates yang terakhir. Salah satu pendiri dan visio­ner perusahaan raksasa ini sudah meng­­­umumkan rencana pengunduran dirinya beberapa tahun lalu dan baru pada tanggal itulah dapat terlaksana. Gates masih tetap berada da­lam lingkungan manajemen (di sam­ping tetap menjadi pemegang saham), tetapi tidak lagi direpotkan dengan urusan operasional perusahaan.

Sebagian pengamat menganggap momennya kurang tepat karena saat ini Mi­crosoft sedang gencar-gencarnya bersaing dengan para pesaingnya, termasuk dengan raksasa baru Google. Microsoft hanya mendapat peran marginal pada pasar yang (baru) digarapnya, seperti search engine, video portal, dan social network. Rencana akusisi Yahoo yang sebelumnya diharapkan bisa menjadi "doping" bagi Microsoft ternyata putus di tengah jalan. Selain paket MS Officenya, bisnis inti lainnya tidak berjalan mulus. Penjualan Vista terseret-seret. Lebih parah lagi, sistem ini banyak dikeluhkan oleh pengguna.

Teka-teki Screenshot: Beta version pertama Windows 7

Namun, harapan tetap ada. Para pengembang di Redmond kini sedang berusaha menyelesaikan penerus Vista. Sistem bersandi Windows 7 tersebut direncanakan akan rampung pada awal 2010 nanti. Sis­tem baru ini dijanjikan akan lebih responsif daripada Vista, lebih hemat pemakaian memori, dan tidak terlalu menuntut PC berkinerja tinggi (seperti halnya Vista).

Di Internet telah beredar sebuah screen­shot dari Windows 7 yang menampilkan "smart control" untuk Media Player atau Photo Album. Namun, keaslian dari gambar tersebut masih diragukan. Beta version awal biasanya lebih difokuskan pada perubahan teknis pada kode pemrogramannya. Kemudian, disusul dengan modifikasi grafis pada tahap pengembangan selanjutnya. Jadi, Windows 7 seharusnya masih terlihat seperti Windows Vista.

Diperkirakan, Windows ini adalah sebuah beta version yang telah beredar di Internet sejak beberapa minggu lalu. Sis­tem ini dikenali sebagai sebuah “evaluation copy”, yaitu versi yang diberikan kepada pe­ngem­bang untuk dinilai dan diuji. Selain itu, Windows 7 versi ini menyediakan sebuah mekanisme pelaporan agar pengembang dapat mengirimkan pengalaman, per­mintaan, dan bug yang ditemukan pada Windows kepada Microsoft. Memang, ini tipikal dari sebuah beta version.

Dibandingkan Vista, ada satu hal menarik dari Windows 7 versi awal ini, yaitu PC dapat langsung terhubung ke workgroup dan jaringan saat prosesinstalasi. Setelah diinstall, start menu tampak lebih menarik de­ngan hadirnya “Windows Meeting Space” berdesain baru. Pusat pengendali yang bertujuan men-sharing dokumen dan folder secara peer-to-peer di Internet. Pengguna dapat berbagi foto, musik, dan file lainnya via web dengan pengguna lain yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk dapat menggunakan layanan ini, Anda harus melakukan registrasi. Untungnya, Microsoft tidak mewajibkan sebuah Windows Live ID bagi pengguna yang ingin menggunakan layanan tersebut. Langkah keterbukaan ini mungkin diambil sebagai bagian dari strategi pema­saran “Software as a Service” mereka yang dicetuskan CEO Microsoft Steve Ballmer. Nantinya, konsep ini menjadi model bisnis untuk penjualan software di masa depan. Pengguna tidak harus membeli dan menginstall-nya, tetapi cukup menjalankannya via browser secara online. Apabila layanannya berbayar, harganya ditentukan berdasarkan frekuensi pemakaian.

Image

INFO AWAL - Di Internet telah beredar screenshot dari penerus Vista, yaitu Windows 7. Sepertinya terlihat asli karena menampilkan informasi versi, lengkap dengan kode build dan expirenya.

Sistem kekebalan tubuh: Mengaktifkan alarm bila ditemukan celah keamanan

Perubahan dalam Start Menu menunjukkan bahwa pengembang Microsoft masih belum "puas dengan user interface Aero yang dipakai di Vista. Start menu Vista yang dinamis menampilkan program berdasarkan frekuensi pema­kaiannya. Pada Windows 7, tampilan aplikasi ini dapat "di­kunci" dengan pin. Jadi, program yang jarang dibuka juga dapat diakses dengan ce­pat. Microsoft pun memberikan kebebas­an bagi pengguna untuk mengatur desktop. Misalnya, mengganti ukuran jendela, font, atau background desktop.

Fasilitas baru Windows Health Center juga disisipkan Microsoft untuk me­nam­pilkan ringkasan singkat mengenai kondisi PC. Informasi singkat seperti apakah update sudah tersedia, user account mana yang memiliki akses tertentu, dan risiko apa yang sedang terjadi bisa didapatkan di sana. Apabila Windows menemukan adanya celah-celah keamanan, alarm pun akan segera diaktifkan. Recovery Center yang berfungsi untuk membuat dan meres­torasi backup juga semakin mudah digu­nakan.

Kesan pertama memang harus meyakinkan. Hal tersebut disadari oleh Microsoft yang ingin membayar "kesalahan-kesalahan" mereka di masa lalu, seperti masalah termin Vista dan kompatibilitas sistemnya. Bahkan, pada D6 Conference yang belum lama ini diselenggarakan oleh Wallstreet Journal, Bill Gates menegaskan bahwa mereka memiliki filosofi “Do things better”. Dengan Vista, kami siap membuka diri terhadap berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan terhadapnya. Dengan kata lain, Windows 7 bukan hanya akan menjelma menjadi suatu sistem operasi baru, namun juga merupakan suatu "obat penawar" bagi pengguna Vista. Windows 7 merupakan langkah Microsoft untuk mem­buktikan diri bahwa perusahaan de­ngan 80.000 karyawan yang kerap dicap kurang fleksibel juga sanggup menghasilkan suatu produk yang inovatif.

Orang yang bertanggung jawab untuk proyek penyempurnaan Windows 7 adalah Steven Sinofsky yang sebelumnya sukses mempertahankan kejayaan Office. Ia pun berhasil menjalankan kembali apa yang selama ini tidak lagi dilakukan Mi­cro­soft, yaitu menawarkan versi baru ke pasaran dalam interval waktu yang teratur sekaligus mendapat respons yang baik dari konsumen. Sinofsky dikenal sebagai individu yang keras. Beberapa bulan setelah bergabung, ia mewajibkan "politik tutup mulut", terutama berkaitan dengan produk yang bakal dirilis. Minimal, selama berbagai fasilitasnya belum layak ditampilkan. Setelah bocornya informasi menge­nai Vista Service Pack 1 ke publik, Sinofsky memprotesnya melalui sebuah blog. Baginya, meskipun kesannya kaku dan kurang terbukan, perusahaan seharusnya tidak bersifat transparan. Ada hal-hal yang bisa dibuka, namun yang lainnya tetap rahasia. Sepertinya, fungsi-fungsi Windows 7 masih belum "matang" bagi Sinofsky.

Image

KESAN PERTAMA - Windows 7 menjanjikan proses instalasi yang lebih mudah (kiri). Polesan kecil pun dilakukan Microsoft pada interface Aero. Misalnya, mengunci sebuah aplikasi dengan menyediakan sebuh pin agar tidak bergeser dalam start menu (atas).

Gates dan Ballmer: Seputar Windows 7

Detail pertama seputar Windows 7 akhirnya mencuat. Kali ini bukan dari Beta-Version yang telah disebut di awal, melainkan dari sumber yang resmi. Bahkan, beberapa hari sebelum pengunduran dirinya, Bill Gates masih bercerita mengenai sistem operasi baru ini. Pada konferensi di Tokyo, Gates mengatakan bahwa pengembang mereka sedang giat-giatnya "merampingkan" Vista sekaligus mengoptimalkan pemakaian memorinya. Seperti diketahui, dua hal inilah yang menjadi kelemahan utama Vista. Interaksi di antara PC, notebook, dan perangkat mobile seperti ponsel pun dianggap penting oleh Gates. Oleh karena itu, layanan Live Mesh (lihat boks kanan) diduga juga akan diimplementasikan pada Windows 7. Asumsi ini didukung de­ngan kehadiran Windows Meeting Space dalam Windows (Beta-Version).

Pada D6 Conference, Ballmer dan Gates juga mendemokan dukungan teknologi layar sentuh pada penerus Windows Vista ini dalam program klasik Mi­crosoft “Paint”. Pada program yang akan disebut sebagai “Touchable Paint” ini, pengguna dapat langsung menggambar dengan menggunakan jarinya tanpa bantuan mouse. Sebenarnya teknologi ini te­lah diperkenalkan Microsoft tahun lalu dan tersembunyi di balik PC desktop “Surface”. Feature ini bukan hanya dirancang untuk menggambar. Dengan tambahan fungsi multitouch, pengguna pun dapat memindahkan file atau bermain game dengan jari. Ada tidaknya feature ini dalam Windows 7 masih perlu dikonfirmasi. Yang jelas, Steve Ballmer berjanji akan menghadirkan Windows 7 sebagai sistem operasi yang sarat feature. Target mereka adalah membuat sebuah komputer fantastis bersama partner (produsen hardware) mereka.

Adapun Steven Sinofsky tidak berkomentar banyak. Pengguna tidak perlu memikirkan masalah kompatibilitas pada sis­tem baru ini. “Aplikasi dan driver yang berjalan pada Vista, dijamin dapat berfungsi pada Windows 7”.
Namun, informasi yang simpang-siur seperti pada Vista masih tetap terasa. Pada suatu kesempatan, Gates pernah mengumumkan bahwa Windows 7 akan dirilis pada 2009 nanti. Saat dikonfirmasi seputar termin ini, Sinofsky hanya mengatakan bahwa jadwal rilis Windows 7 tetap seperti semula, yaitu tiga tahun setelah Vista. Dengan demikian, jadwalnya adalah pada Januari 2010.

Sistem baru ini akan diselesaikan oleh sekitar 2.000 pengembang. Sebuah Beta Version pertama untuk cakupan pengguna yang lebih besar diperkirakan akan siap pada akhir Oktober ini. Selanjutnya, pada ajang Professional Developers Conference di Los Angeles akan dilaksanakan pertemuan penting antarpengembang Windows. Sekitar 2.000 tester akan dikerahkan untuk melacak bug. Pada saat bersamaan, 260 klien utama di selu­ruh dunia akan memperoleh sebuah Test Version dari sistem operasi ini dalam suatu program Technology Adoption Program (TAP). Versi Beta dan Release Candidates akan menyusul tahun depan. Meskipun tahapan pengembangannya serupa, Mi­cro­soft berharap Windows 7 tidak lagi bernasib sama dengan Windows Vista.

Image

LAYAR SENTUH - Windows 7 akan memiliki dukungan terhadap fasilitas layar sentuh (touch screen). Nantinya, proses pemindahan file atau bermain piano bisa langsung Anda lakukan dengan memakai jari.
Read On

NVIDIA Quadro Terbaru untuk Industri

01.21.00

Pada tanggal 30 Maret 2009, NVIDIA meluncurkan graphic card terbaru untuk industri, NVIDIA Quadro. Seperti yang kita ketahui selama ini, NVIDIA selalu memperkenalkan graphic card untuk pengalaman bermain game secara maksimal. Kali ini perusahaan penghasil GPU ini memfokuskan produk mereka untuk kegiatan scientific dan professional engineering.

Image

Beberapa GPU yang diluncurkan NVIDIA, yaitu:

  • NVIDIA Quadro FX 5800 : GPU ini menjadi GPU pertama yang mengusung kecepatan memory 4 GB bagi kepentingan industri, ultra high end dan dibanderol dengan harga sekitar USD3100
  • NVIDA Quadro FX 4800 : mengusung kecepatan memory 1.5 GB , ultra high end dan dibanderol dengan harga sekitar USD1540
  • NVIDA Quadro FX 1800 : dibanderol sekitar USD 450
  • The Quadro NVS 295 : mendukung lebih dari 30-inch digital display sampai maksimum dan dibanderol dengan harga USD130


“Sekali lagi, NVIDIA telah membuat batasan standard performa grafik baru untuk desain produk yang professional dan komunitas development,” kata Laurent Laloy, Director 3DVIA User Experience. “Generasi terbaru dari solusi Quadro akan mengijinkan customer untuk mengendalikan inovasi dan disain dengan kualitas 3D visal yang baik.”

NVIDIA juga meluncurkan NVIDIA SLI Multi OS, suatu teknologi yang dapat memberikan keuntungan terbaik dari NVIDIA Quadro. Dengan menggunakan teknologi ini, pengguna dapat menggunakan multiple GPU Quadro hanya dengan sebuah workstation di dalam sebuah lingkungan virtual. Workstation yang berbasiskan NVIDIA Quadro sudah tersedia pada manufaktur sistem terkenal, seperti Dell, Fujitsu-Siemens, Hewlett-Packard, dan Lenovo.
Read On