Tanggal 30 Juni lalu menjadi akhir dari sebuah era di Microsoft. Hari itu merupakan hari kerja Bill Gates yang terakhir. Salah satu pendiri dan visioner perusahaan raksasa ini sudah mengumumkan rencana pengunduran dirinya beberapa tahun lalu dan baru pada tanggal itulah dapat terlaksana. Gates masih tetap berada dalam lingkungan manajemen (di samping tetap menjadi pemegang saham), tetapi tidak lagi direpotkan dengan urusan operasional perusahaan.
Sebagian pengamat menganggap momennya kurang tepat karena saat ini Microsoft sedang gencar-gencarnya bersaing dengan para pesaingnya, termasuk dengan raksasa baru Google. Microsoft hanya mendapat peran marginal pada pasar yang (baru) digarapnya, seperti search engine, video portal, dan social network. Rencana akusisi Yahoo yang sebelumnya diharapkan bisa menjadi "doping" bagi Microsoft ternyata putus di tengah jalan. Selain paket MS Officenya, bisnis inti lainnya tidak berjalan mulus. Penjualan Vista terseret-seret. Lebih parah lagi, sistem ini banyak dikeluhkan oleh pengguna.
Teka-teki Screenshot: Beta version pertama Windows 7
Namun, harapan tetap ada. Para pengembang di Redmond kini sedang berusaha menyelesaikan penerus Vista. Sistem bersandi Windows 7 tersebut direncanakan akan rampung pada awal 2010 nanti. Sistem baru ini dijanjikan akan lebih responsif daripada Vista, lebih hemat pemakaian memori, dan tidak terlalu menuntut PC berkinerja tinggi (seperti halnya Vista).
Di Internet telah beredar sebuah screenshot dari Windows 7 yang menampilkan "smart control" untuk Media Player atau Photo Album. Namun, keaslian dari gambar tersebut masih diragukan. Beta version awal biasanya lebih difokuskan pada perubahan teknis pada kode pemrogramannya. Kemudian, disusul dengan modifikasi grafis pada tahap pengembangan selanjutnya. Jadi, Windows 7 seharusnya masih terlihat seperti Windows Vista.
Diperkirakan, Windows ini adalah sebuah beta version yang telah beredar di Internet sejak beberapa minggu lalu. Sistem ini dikenali sebagai sebuah “evaluation copy”, yaitu versi yang diberikan kepada pengembang untuk dinilai dan diuji. Selain itu, Windows 7 versi ini menyediakan sebuah mekanisme pelaporan agar pengembang dapat mengirimkan pengalaman, permintaan, dan bug yang ditemukan pada Windows kepada Microsoft. Memang, ini tipikal dari sebuah beta version.
Dibandingkan Vista, ada satu hal menarik dari Windows 7 versi awal ini, yaitu PC dapat langsung terhubung ke workgroup dan jaringan saat prosesinstalasi. Setelah diinstall, start menu tampak lebih menarik dengan hadirnya “Windows Meeting Space” berdesain baru. Pusat pengendali yang bertujuan men-sharing dokumen dan folder secara peer-to-peer di Internet. Pengguna dapat berbagi foto, musik, dan file lainnya via web dengan pengguna lain yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk dapat menggunakan layanan ini, Anda harus melakukan registrasi. Untungnya, Microsoft tidak mewajibkan sebuah Windows Live ID bagi pengguna yang ingin menggunakan layanan tersebut. Langkah keterbukaan ini mungkin diambil sebagai bagian dari strategi pemasaran “Software as a Service” mereka yang dicetuskan CEO Microsoft Steve Ballmer. Nantinya, konsep ini menjadi model bisnis untuk penjualan software di masa depan. Pengguna tidak harus membeli dan menginstall-nya, tetapi cukup menjalankannya via browser secara online. Apabila layanannya berbayar, harganya ditentukan berdasarkan frekuensi pemakaian.
INFO AWAL - Di Internet telah beredar screenshot dari penerus Vista, yaitu Windows 7. Sepertinya terlihat asli karena menampilkan informasi versi, lengkap dengan kode build dan expirenya.
Sistem kekebalan tubuh: Mengaktifkan alarm bila ditemukan celah keamanan
Perubahan dalam Start Menu menunjukkan bahwa pengembang Microsoft masih belum "puas dengan user interface Aero yang dipakai di Vista. Start menu Vista yang dinamis menampilkan program berdasarkan frekuensi pemakaiannya. Pada Windows 7, tampilan aplikasi ini dapat "dikunci" dengan pin. Jadi, program yang jarang dibuka juga dapat diakses dengan cepat. Microsoft pun memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengatur desktop. Misalnya, mengganti ukuran jendela, font, atau background desktop.
Fasilitas baru Windows Health Center juga disisipkan Microsoft untuk menampilkan ringkasan singkat mengenai kondisi PC. Informasi singkat seperti apakah update sudah tersedia, user account mana yang memiliki akses tertentu, dan risiko apa yang sedang terjadi bisa didapatkan di sana. Apabila Windows menemukan adanya celah-celah keamanan, alarm pun akan segera diaktifkan. Recovery Center yang berfungsi untuk membuat dan merestorasi backup juga semakin mudah digunakan.
Kesan pertama memang harus meyakinkan. Hal tersebut disadari oleh Microsoft yang ingin membayar "kesalahan-kesalahan" mereka di masa lalu, seperti masalah termin Vista dan kompatibilitas sistemnya. Bahkan, pada D6 Conference yang belum lama ini diselenggarakan oleh Wallstreet Journal, Bill Gates menegaskan bahwa mereka memiliki filosofi “Do things better”. Dengan Vista, kami siap membuka diri terhadap berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan terhadapnya. Dengan kata lain, Windows 7 bukan hanya akan menjelma menjadi suatu sistem operasi baru, namun juga merupakan suatu "obat penawar" bagi pengguna Vista. Windows 7 merupakan langkah Microsoft untuk membuktikan diri bahwa perusahaan dengan 80.000 karyawan yang kerap dicap kurang fleksibel juga sanggup menghasilkan suatu produk yang inovatif.

KESAN PERTAMA - Windows 7 menjanjikan proses instalasi yang lebih mudah (kiri). Polesan kecil pun dilakukan Microsoft pada interface Aero. Misalnya, mengunci sebuah aplikasi dengan menyediakan sebuh pin agar tidak bergeser dalam start menu (atas).
Gates dan Ballmer: Seputar Windows 7
Detail pertama seputar Windows 7 akhirnya mencuat. Kali ini bukan dari Beta-Version yang telah disebut di awal, melainkan dari sumber yang resmi. Bahkan, beberapa hari sebelum pengunduran dirinya, Bill Gates masih bercerita mengenai sistem operasi baru ini. Pada konferensi di Tokyo, Gates mengatakan bahwa pengembang mereka sedang giat-giatnya "merampingkan" Vista sekaligus mengoptimalkan pemakaian memorinya. Seperti diketahui, dua hal inilah yang menjadi kelemahan utama Vista. Interaksi di antara PC, notebook, dan perangkat mobile seperti ponsel pun dianggap penting oleh Gates. Oleh karena itu, layanan Live Mesh (lihat boks kanan) diduga juga akan diimplementasikan pada Windows 7. Asumsi ini didukung dengan kehadiran Windows Meeting Space dalam Windows (Beta-Version).
Pada D6 Conference, Ballmer dan Gates juga mendemokan dukungan teknologi layar sentuh pada penerus Windows Vista ini dalam program klasik Microsoft “Paint”. Pada program yang akan disebut sebagai “Touchable Paint” ini, pengguna dapat langsung menggambar dengan menggunakan jarinya tanpa bantuan mouse. Sebenarnya teknologi ini telah diperkenalkan Microsoft tahun lalu dan tersembunyi di balik PC desktop “Surface”. Feature ini bukan hanya dirancang untuk menggambar. Dengan tambahan fungsi multitouch, pengguna pun dapat memindahkan file atau bermain game dengan jari. Ada tidaknya feature ini dalam Windows 7 masih perlu dikonfirmasi. Yang jelas, Steve Ballmer berjanji akan menghadirkan Windows 7 sebagai sistem operasi yang sarat feature. Target mereka adalah membuat sebuah komputer fantastis bersama partner (produsen hardware) mereka.
Adapun Steven Sinofsky tidak berkomentar banyak. Pengguna tidak perlu memikirkan masalah kompatibilitas pada sistem baru ini. “Aplikasi dan driver yang berjalan pada Vista, dijamin dapat berfungsi pada Windows 7”.
Namun, informasi yang simpang-siur seperti pada Vista masih tetap terasa. Pada suatu kesempatan, Gates pernah mengumumkan bahwa Windows 7 akan dirilis pada 2009 nanti. Saat dikonfirmasi seputar termin ini, Sinofsky hanya mengatakan bahwa jadwal rilis Windows 7 tetap seperti semula, yaitu tiga tahun setelah Vista. Dengan demikian, jadwalnya adalah pada Januari 2010.

LAYAR SENTUH - Windows 7 akan memiliki dukungan terhadap fasilitas layar sentuh (touch screen). Nantinya, proses pemindahan file atau bermain piano bisa langsung Anda lakukan dengan memakai jari.
